Rabu, 27 April 2011

Kemurnian Agama Islam

KEMURNIAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Firman Allah yang Maha Luhur :
وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوْا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ ... الأية * سورة البينة أية
“Dan mereka tidak diperintah kecuali hanyalah untuk menyembah Allah dengan cara memurnikan Agama dengan niat karna Allah dengan condong …”. (QS. Al Baiyinah Ayat 5)

فَادْعُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ * سورة الغافر اية
“Maka menyembahlah kalian kepada Allah dengan memurnikan agama dengan niat karena Allah, walaupun orang-orang kafir benci”. (QS. Al Ghofir Ayat 14)    / Di  kutib  dari Quran  dan Hadist

Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek :
  1. Murni pedomannya yaitu Al Quran dan Al Hadist.
  2. Murni pengamalannya, berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist, tidak dicampuri bid’ah, syirik, takhayul, dan kemakshiatan/pelanggaran.
  3. Murni niatnya, niat karena Allah; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka.

Dalam Al Quran dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau haram, pahala atau dosa dan surga atau neraka.

Umat Islam yang beribadah kepada Allah dengan berpedoman murni pada Al Quran dan Al Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan syirik, khurofat, takhayul dan makshiat serta didasari dengan niat karena Allah, semata-mata bertujuan ingin mencari Surga Allah dan takut akan siksa Allah berupa Neraka dijamin :

  • PASTI BENAR,

  • PASTI SAH,

  • AMALANNYA PASTI DITERIMA oleh ALLAH dan

  • PASTI MASUK SURGA


  • I. Murni Pedomannya: Al Quran dan Al Hadist
    Al Quran dan Al Hadist adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia.

    Al Quran adalah firman Allah
    Al Hadist adalah sunnah Rosulullah yang terdiri dari semua ucapan dan perbuatan Rosulullah SAW dan semua pengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan oleh Rosulullah SAW.

    Firman Allah yang Maha Luhur :
    وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ * سورة الأنعام
    “Dan sesungguhnya ini (Agama Islam dengan dasar Al Quran dan Al khadits) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti beberapa jalan, maka kalian akan tersesat jauh dari jalan jalan Allah”. (QS. Al An’Am Ayat 153)

    فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِيْ أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ * سورة الزخرف أبة
    “Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau itu berada di jalan yang benar”. (QS. Az Zuhruf Ayat 43)

    وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ * سورة الحشر أية
    “Dan apa-apa (peraturan) yang Rasul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apa-apa yang Rasul melarang maka jauhilah”. (QS. Al Hasyer Ayat 7)

    تِلْكَ حُدُوْدُ اللهِ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ * سورة النساء أية
    “Demikian itu undang-undang Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan UtusanNya, Maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga, yang mana mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, dan mereka kekal di dalam Surga. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”. (QS. An Nisa’ Ayat 13)

    Sabda Rosulullah SAW :
    وَحَدَّثَنِيْ عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ * رواه مالك في الموطأ
    “Sesungguhnya Nabi bersabda: Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Yang mana kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi masih mau berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”. (HR. Malik Fil Muathok)

    فَإنَّ هَذَا الْقُرْأَنْ طَرَفُهُ بِيَد اللهِ وَطَرَفُهُ بِأَيْدِكُمْ فَتَمَسَكُوْا بِهِ وَلَنْ تَضِلّوْا بَعْدَهُ أَبَدًا * رواه سنن الطباني
    “Maka sesungguhnya ini Al Quran ujungnya yang satu di tangan Allah dan ujung satunya di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Quran. Maka sesungguhnya kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak
    akan tersesat (pasti benar) bila berpegang teguh pada Al Quran”. (HR. At Thobroni)

    حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيْرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ * رواه سنن إبن ماجة الألباني صحيح
    “Nabi bersabda: Mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”. (HR. Sunan Ibnu Majah)

    حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْروِ بْنِ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ * رواه سنن أبي داود
    “Sesungguhnya Nabi bersabda: Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian waris)”. (HR. Sunan Abu Daud)

    II. Murni Amalannya
    Tidak Bid’ah, Tidak Syirik, Tidak Takhayul, Tidak berbuat Maksiat dan dosa.

    * Tidak Bid'ah
    Bid’ah menurut Imam Syaathibi adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syariat Agama Islam dengan tujuan untuk mengepolkan ibadah kepada Allah namun tidak ada dasar hukum dalam Syariat Agama Islam dalam Al Quran dan Al Hadist yang memperbolehkan.

    Sabda Rosulullah SAW :
    أَخْبَرَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللهِ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِيْ خُطْبَتِهِ يَحْمَدُ اللهَ وَيُثْنِيْ عَلَيْهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ يَقُوْلُ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ * رواه سنن النسائي الألباني صحيح
    “Dan sejelek-jeleknya perkara (agama) adalah barunya perkara dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”. (HR. An Nasa’i)

    حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ * رواه صحيح البخاري
    “Nabi bersabda: Barang siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam Al Quran dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”. (HR. Shohih Bukhori)

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُوْرٍ الْحَنَّاطُ عَنْ أَبِيْ زَيْدٍ عَنْ أَبِيْ الْمُغِيْرَةِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَى اللهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ * رواه سنن إبن ماجة
    “Nabi bersabda: Allah tidak menerima amalan orang yang masih mengerjakan bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya”. (HR. Sunan Ibnu majah)

    فَقَالَ الْعِرْبَاضُ صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيْغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ * رواه سنن أبي داود الألباني صحيح
    “Barang siapa hidup setelah Aku (Nabi) maka ia akan menjumpai banyak perselisihan. Maka tetapilah sunahKu (Nabi) dan Sunahnya para Kholifah yang mendapatkan petunjuk dan benar. Berpegang teguhlah pada sunah-sunah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham (pegang teguh dengan kuat)”. (HR. Sunan Abu Daud)

    Berdasarkan sabda Rasulullah SAW di atas jelas bahwa amalan ibadah yang tidak didasarkan perintah Allah dan Rasulullah SAW, tidak ada contoh dari Rasulullah SAW, dan tidak ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW tidak diterima oleh Allah atau ditolak dan sia-sia.

    Contoh-contoh amal ibadah yang tidak termasuk bid'ah karena ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW yaitu sunahnya para Khulafaa'ur roosyidin, seperti:
    1. Salat terawih di bulan Ramadhan merupakan sunah yang dibuat oleh Umar bin Khatab dan sebelumnya Nabi SAW tidak pernah mencontohkan sholat lail dikerjakan secara berjamaah.
    2. Ustman bin Affan membuat sunah adzan yang ketiga sebelum shalat Jum'at. yang mana sebelumnya adzan sebelum sholat Jum'at hanya dua kali yaitu Adzan pertama dan Qomat sebelum sholat.

    * Tidak Syirik
    Syirik adalah menyekutukan Allah (menyamakan) Allah dengan apapun dalam bentuk ucapan, amalan maupun keyakinan. Keyakinan bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk syirik.

    Termasuk perbuatan syirik adalah :
    * Khurofat
    Cerita-cerita bohong yang dianggap benar yang tidak ada dasarnya dalam Al Quran dan Al Hadist.

    * Takhayul
    Cerita-cerita mistis, horor hasil angan-angan yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan.

    Firman Alloh yang Maha Luhur:
    وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ * سورة الزمر أية 65
    “Dan sesungguhnya telah diwahyukan padamu (Muhammad) dan pada orang-orang (para Rosul) sebelumMu, Niscaya sungguh jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan Niscaya sungguh engkau jadi orang-orang yang rugi”. (QS. Az Zummar Ayat 65)

    مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارِ * سورة المائداة أية 72
    “Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Allah maka sungguh-sungguh Allah mengharamkan padanya masuk Surga dan tempat orang tersebut adalah di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang dzalim”. (QS. Al Maidah Ayat 72)

    وَلَوْ أَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ * سورة الأنعام أية 88
    “Dan seandainya mereka berbuat syirik maka niscaya amal perbuatan mereka lebur (sia-sia)”. (QS. Al An’am Ayat 88)

    إِنَّ اللهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيْدًا * سورة النساء أية 116
    “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni jika mereka menyekutukan padaNya ( Allah) dan Allah akan mengampuni dosa-dosa selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang siapa yang menyekutukan pada Allah maka benar-benar dia sesat dengan sesat yang jauh”. (QS. An Nisa’ Ayat 116)

    III. Murni Niatnya :
    Karna Allah, tujuan semata-mata ingin masuk surga selamat dari siksa neraka

    Firman Alloh yang Maha Luhur :
    وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى * إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى * وَلَسَوْفَ يَرْضَى * سورة الليل أية 19-21
    “Dan tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Allah (Surga) di sisi Allah. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Allah, Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa berbahagia”. (QS. Al Laili Ayat 19-21)

    أُولَئِكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا * سورة الإسراء أية 57
    "demikian itu orang-orang yang berseru, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya; sesungguhnya adzab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. ”.(QS. Al Isro' Ayat 57)

    Sabda Rosulullah SAW :
    أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ هِلَالٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ شَدَّادٍ أَبِيْ عَمَّارٍ عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلًا غَزَا يَلْتَمِسُ الْأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَالَهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَقُوْلُ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ * رواه سنن النسائي الألباني حسن صحيح
    “Nabi bersabda: sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Allah)”. (HR. Sunan An Nasa’i)

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا رَوَّادُ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِيْ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ أَمَا إِنِّيْ لَسْتُ أَقُوْلُ يَعْبُدُوْنَ شَمْسًا وَلَا قَمَرًا وَلَا وَثَنًا وَلَكِنْ أَعْمَالًا لِغَيْرِ اللهِ وَشَهْوَةً خَفِيَّةً * رواه سنن إبن ماجة
    “Nabi bersabda: sesungguhnya apa-apa yang paling Aku (Nabi) khawatirkan yaitu aku khawati terhadap umatku berbuat syirik pada Allah. Ingatlah sesungguhnya tidak aku katakan mereka menyembah matahari, rembulan atau berhala akan tetapi beberapa amalan yang dikerjakan dengan niat tidak karna Allah dan ada keinginan lain yang tersembunyi (samar)”. (HR. Sunan Ibnu majah)

    حَدَّثَنَا يُوْنُسُ وَسُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَبِيْ طُوَالَةَ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ سُرَيْجٌ فِيْ حَدِيْثِهِ يَعْنِيْ رِيْحَهَا * رواه مسند أحمد
    “Nabi bersabda: Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mencari wajah Allah Azza wa Jalla namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kekayaan dunia maka dia tidak akan mencium bau wanginya Surga pada hari kiamat”. (HR. Musnad Ahmad)

    Selasa, 15 Maret 2011

    How do I add Reactions to my blog?

    How do I add Reactions to my blog?

    KISAH ISLAMI

    Dikisahkan bahwa di Mesir terdapat seseorang yang aktif di masjid untuk adzan dan shalat. Pada diri orang tersebut terdapat kharisma ibadah dan cahaya ketaatan. Pada suatu hari ia naik ke atas menara untuk adzan sebagaimana biasa. Di bawah menara itu terdapat sebuah rumah milik orang Nashrani dzimmi (yang dilindungi negara Islam). Orang tersebut melihat ke rumah dan nampak seorang gadis anak orang Nashrani itu, gadis itu cantik sekali. Orang itu tergoda olehnya dan tidak jadi adzan, ia turun menemuinya, gadis itu bertanya,
    Ada apa dan apa yang kamu inginkan?
    Kamu yang aku inginkan, jawabnya.
    Aku tidak mau menurutimu melakukan yang tidak benar.
    Aku akan menikahimu.
    Kamu seorang Muslim sedang ayahku tidak akan menikahkan aku denganmu.
    Aku masuk Kristen, katanya.
    Jika kamu melakukan itu, aku mau.
    Lalu orang itu masuk Kristen demi menikahi gadis itu dan tinggal di rumah itu bersama keluarga Nashrani. Pada hari itu juga ia naik ke atap rumah kemudian jatuh dan meninggal dunia. Ia tidak berbahagia dengan agamanya dan tidak sempat mersakan keindahan hidup bersama gadis itu.

    Sahabat betapa ketika kita tidak mampu memenej gejolak Nafsu Syahwat, maka prestasi spiritual yang kita ukir sejak sekian lama, musnah bagai debu tertiup angin bahkan akan melemparkan kita ke jurang kenistaan dan kehinaan yang tak kunjung berakhir di Dunia dan di Akhirat.

    Lalu apa jadinya ketika Nafsu Syahwat dijadikan Industri Mega Bisnis ?
    Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa dalam naungan lindungan keselamatan dari Allah SWT, apa yang terlintas didalam benak hati kecil kita, ketika dalam hitungan menit dahsyatnya Tsunami menyapu Jepang Negara super canggih ?

    Kita bisa melihat dengan sangat jelas dan kasat mata, betapa limpahan harta kekayaan yang sangat mewah disapu habis Tsunami dalam seketika bagai sampah yang tak berguna. Mungkinkah Jakarta juga akan dijepangkan oleh Allah SWT ? akankah kita masih merasa selalu aman terhadap segala bentuk investasi dan kekayaan yang kita tanam dan kita simpan untuk kenyamanan hidup di Dunia yang sejenak ini ?

    " Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia Tiupkan angin topan kepada kamu dan Ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami ". ( Al-Isro : 69 )

    “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa “ (Al-An'am: 44).

    Sahabat, lalu mengapa Allah memilih menampar Jepang dengan Tsunami ? Apalagi kalau bukan Bisnis Mega Maksiat yang terjadi di Jepang.

    kalau kita bertanya siapakah Artis Porno yang paling terkenal di Dunia saat ini ? jawabnya pasti Artis Asal Jepang, namanya ? wah, Anda lebih tau dari saya. Negara mana yang melegalisasi Industri Pornografi ? jawabnya adalah Jepang, tau gak berapa omset industri Pornografi di Jepang ? tahun 2008 konon sudah mencapai 46 Triliun per tahun !, berapa jumlah Film yang diproduksi ? sekitar 14.000 Film Porno per tahun, sementara Amirika Serikat saja Cuma 2.500 Film Porno per tahun. Bahkan Bisnis Prostitusipun sudah dilegalkan di Jepang.

    Produksi Film Kartun Maksiat yang paling canggih dan menginspirasi keseluruh pelosok Dunia termasuk Indonesia yang saat ini ketularan Demam Video Porno amatiran, dari mana ? dari mana lagi kalau bukan dari Jepang. Jadi tidak salah kalau Allah SWT memilih Jepang untuk ditampar dengan Tsunami sebagai pelajaran bagi Negara-negara lain di Dunia termasuk Indonesia . dan Tsunami Jepangpun mulai mencium Papua yang masyarakatnya juga sangat gemar dengan maksiat dan mungumbar Nafsu Syahwat. Ibnu Mas’ud berkata: " Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu Wilayah kecuali Allah akan mengizinnkan kehancurannya."

    Sahabat, adakah kita tidak melihat betapa Maha Kuatnya dan Maha Kuasanya Allah SWT dalam mengintruksi Alam Semesta CiptaanNYA ?, jadi haruskah kita berputus asa untuk selalu berdekatan dengan Allah dengan selalu hidup dalam naungan SistemNYA, haruskah kita iri hanya karena melihat betapa Negara-negara maju dan adidaya mengeruk harta dan kakayaan Alam dan hidup dengan bergelimang kemewahan.

    Bukankah Allah Sangat-Sangat Kuasa untuk melenyapkan harta kekayaan mereka dalam sekejab bahkan membenamkan mereka semua dalam perut Bumi jika Allah mengehendaki lalu mewariskan Kemakmuran Bumi ini kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa !, mengapa harus berebut kekuasaan ? mengapa harus ada terror ? mengapa harus ada Bom ? mengapa harus Demonstrasi ? apa artinya terror dibanding suara Petir yang dahsyat menggelegar, apa artinya bom dibanding Letusan Gunung Merapi, Gempa Bumi dan Tsunami ?

    Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya BUMI (INI) MILIK ALLAH DIWARISKAN-NYA KEPADA SIAPA SAJA YANG DIA KEHENDAKI DI ANTARA HAMBA-HAMBA-NYA. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang YANG BERTAKWA.”
    ( Al-A’rof :128 )

    Senin, 14 Maret 2011

    Dasar Islam


    Kedudukan sunah dalam sistem hukum islam

                Hukum islam bertumpu dan bersumber pada dua macam sumber  hukum yang utama,yaitu Al-quran dan sunnah(hadist).Al-quran adalah kalamulloh yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW,Lafadz-lafadznya sebagai mukjizat dan membacanya merupakan suatu amal ibadah,Allah menurunkan AL-quran kepada Muhammad dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun.Diturunkan melalui pengemban amanat wahyu (jibril) dengan lafadz-lafadz yang asli dan diwahyukan kepada nabi secara jelas ketika beliau terjaga bukan padaWaktu tidur,bukan ilham(bisikan pada jiwa) kemudain Al-quran disampaikan kepadaUmatnya persis seperti apa yang diturunkan kepadanya.
                Sedangkan dalam istilah  semua perkataan,perbuatan,persetujuan,cita-cita,sifat-sifat atau keadaan akhlak dan bentuk fisiknya ,yang dimaksud persetujuan (takrir) ialah seoarang mengatakan suatu ucapan atau melakukan suatu perbuatan dihadapan nabi dan beliau tidak mengingkarinya,atau perkataan dan perbuatan itu tidak dikerjakan dihadapan beliau namun beritanya Sampai kepada beliau dan beliau tidak memberikan komentar dan ketidak ingkarannya Itu merupakan persetujuan(takrir).
                Fungsi hadist terhadap Al-qurani itu sendiri sebagai pensyah;Memerinci hal-hal yang disebutkan secara garis besar dalam al-quran memberikan  pembatas ayat-ayat yang masih mutlak ,menentukan arti khusus ayat-ayat yang masih umum ,menjelaskan ayat-ayat yang pelik dan menguraikan ayat-ayat  atau hal-hal yang dikemukakan secara ringkas.nabi dalam memberikan penjelasan mengenai al-quran terkadang dengan ucapan,perbuatan,terkadang dengan kedua-duanya,salah satu contoh:
    •  Di dalam al-quran tidak ada penjelaasan tentang jumlah,
        bilangan,bacaan,cara sholat,kemudian sunahlah
        yang mejelaskannya.        
    •  Juga didalam al-quran tidak dijelaskan tentang zakat itu
        harus diwajibkan ,berapa nihsobnya,berapa banyak yang
        harus dikeluarkan ,dan harta benda apa yang harus dikeluarkan
        Zakatnya,maka sunnahlah yang menerangkan secara terperinci
    tentang hal itu.Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang kita temui.
    mengingat pentingnya hadist(sunnah)dalam syariat islam dan
    fungsinya terhadap al-quran para sahabat sangat memberikan
    merhatian terhadap hadist-hadist Nabi dan berusaha keras untuk
    memperolehnaya sebagai mana sikap mereka tehadap al-quran.
    mereka menghafalkan lafadz-lafadz hadist dan maknanya,mema-
    hami dan mengetahui maksud dan tujuannya,juga mengamalkan
    isi dari sunah tersebut ,termasuk mereka tahu berapa besarnya
    pahala dari menyampaikan sunah dari Rosululloh. Oleh karena itu
    tidaklah heran mereka bersungguh-sungguh menyampaikan hadist
    /sunah yang mereka terima ,karena mereka yakin bahwa hadist/
    sunah itu merupakan (ajaran) agama yang wajib disampaikan kepada
    segenap manusia dan syariat universal yang abadi.











    Penulisan hadist zaman Rosululloh dan sesudahnya.

                       Dimasa rosululloh masih hidup,hadist belum dibukukan,dalam arti umum seperti al- quran .hal ini  
                       disebabkan dua faktor,pertama
                  para sahabat berpegang pada kekuatan hafalan dan kecerdasan akal mereka,disamping tidak     
                     Adanya larangan menulist hadist ,Rosululloh bersabda:“janganlah kamu menulis sesuatu   ,barang       s iapa yang telah menulis sesuatu selain al-quran
                       Hendaklah dihapus“(HR.Muslim) (yang kamu terima) dariku,selain al-quran ,barang
                       Siapa yang telah menulis sesuatu selain al-quran  hendaklah dihapus(HR.Muslim)
                       Boleh jadi larangan menulist hadist itu karena dikhawatirkan akan tercampurnya  hadist                           al-quran atau penulisan hadist itu akan melalaikan
                       mereka dari al-quran,atau larangan itu ditujukan kepada orang-orang yang diper-
                       Caya kekuatan hafalannya.Tetapi bagi mereka yang tidak lagi dikhawatirkan bahwa
                       sunnah/ hadist dengan al-quran akan tercampur aduk,seperti mereka yang pandai
                       baca tulis atau karena mereka khawatir lupa akan penulisan hadist itu  diperbolehkan,
                       dan dalam pengertian inilah menurut beberapa riwayat penulisan hadist bagi  sebagian sahabat itu diizinkan.    Tidak berselang lama setelah rasululloh berpulang kehadirat allah,Para penulis hadist dari kalangan sahabat maupun tabiin bermunculan,khlifah Umar bin khattab r.a. pernah bermaksud membukukan hadist         ,beliau mengumpulkan sahabat lainnya dan mereka sepakat untuk membukukan  tapi nampaknya Allah belum menghendaki ide Umar terlaksana.baru setelah kekhalifahan umar Bin abdul azis (tahun 99 H.) Beliau menginstruksikan pada abu    bakar bin Muhammad Bin amr hazm(dia adalah ahli fiqih dari kalangan tabi’I yang  diangkat oleh umar bin Abdul azis sebagai gubernur dan qodi(juru hukum)di madinah wafat pada 120 H.)

                       Selain ibnu hazm adalah imam Muhammad bin muslim bin shihab Az-
                       zuhri(ulama terkemuka di hijaz dan syam,wafat pada124 H.)khlifah umar bin abbdul
                       azis menginstruksikan pembukaan karena mersa khawatir hilang dan lenyapnya hadist
                       / sunnah karena banyak sahabat yang meninggal atau karena khawatir tercampur
                       baurnya antara hadist asli dan hadist batil. Karena pada masa itu telah meluas dan
                       dianut berbagai ras suku bangsa dan berbagai kepetingan dalam memeluk agama
                       islam, disamping itu bermunculan kelompok atheis yang ingin menghancurkan
                       agama islam dengan cara membuat hadist palsu yang menyesatkan demi
                       mendukung kepentingan mereka .Setelah generasi(tabaqah)AzZuhri dan abu bakar
                       bin hazm berlalu,Munculah generasi berikutnya yang berlomba-lomba          
                       membukukan hadist,Tercatat sebagai ulama yangmenulis hadist,antara lain ialah:
                            •Abu Muhammad abdul malikbin abdul azis bin juraij,wafat tahun 150 H
                            dimekah
                            •Ma’mar bin rasyid,wafat tahun 153 H.di yaman
                            •Abu amr Abdurrahman alAzwa’I wafat tahun 156 H.di syam
                            •Sa’id bin abi’Arubah,wafat tahun 160 H.
                            •Hammad bin abi salamah ,wafat pada 176 H.di basrah.
                            •Muhamrnad bin ishaq ,wafat pada 151 H.
                            •Malik bin anas ,wafat pada 179 H.di medinah
                            •Abu Abdullah sufyan ASauri,wafat pada 161 H.
                            •Abdullah bin Mubarak ,wafat pada 181 H.di khurasan
                            •Hasyim bin basyir,wafat pada188 H.di wasit.
                            •Jarir bin abdul hamid ,wafat tahun 188 H.
                            •Al Lais bin sa’d,wafat pada 175 H.di mesir.

                Pada masa ini pembukuan hadist masih campur aduk antara hadist dengan
                Pendapat sahabat  dan fatwa tabi’in tapi saying karya-karya zaman itu hanya karya
                Imam malik “muwattho“ yang kita jumpai ,yang lain masih berupa manuskrip
                Yang bertebaran diberbagai perpustakaan ,itupun di perpustakaan barat.
                Tragedi dan serangan keji yang menimpa negri islam seperti penyerbuan dan
                Perampasan pasukan tartar dan tentara salib merupakan penyebab hilangnya
                Hadist yang telah dibukukan itu.
                Zaman keemasan pemukuan hadist yaitu pada tahun 200-300 hijriyah,
                Pada abad ini hanya pembukuan hadist rosululloh saja bahkan ada yang meng-
                Himpun kitab musnad dan sebagian penyusun hadist yang dalam susunannya
                Mengklasifikasikan sahabat menurut kronologi keislammannya(masuk islamnya)
                Ulama terbaik yang menyusun kitab ini adalah  Ahmad bin hanbal.
                Pengarang lainnya,yang mengikuti system musnad ini mengklasifikasikan
                Sahabat berdasarkan abjad nama.mereka mulai dengan sahabat yang huruf
                Pertama namanya “alif“,huruf “ba“ dan seterusnya.
                Pada masa itu ulama terbaik yang menyusun berdasarkan cara tersebut
                Ialah imam abdul qasim atTabrani (wafat 138 H.),Utsman bin abi syaibah (wafat
                239 H.),ya’qub bin abi syaibah (wafat 263 H.).dan lainlain.
                Disamping itu,pada masa ini ada juga ulama yang menyusun kitabnya
                Dengan kitab salat,zakat,puasa,haji, lalu bab gadaian dan seterusnya.
                Para penulis dengan system ini pun,diantaranya ada yang :
                A  Membatasi kitabkitabnya dengan hanya membuat hadis sahih
                Semata,seperti imam bukhori dan muslim.
                B  tidak membatasi kitabnya dengan hanya membuat hadis sahih
                Semata,tetapi ia mamasukan pula hadishadis sahih dan Hasan ,
                Bahkan hadis da’if sekalipun .sewaktu-waktu terkadang mereka
                Menerangkan pula nilai-nilai hadis yang dimuatnya itu .namun
                Pada saat yang lain ,mereka tidak menjelaskannya. Hal ini karena
                Mereka telah merasa cukup dengan hanya menyebutkan sanad
                hadis secara lengkap dan menyerahkan sepenuhnya kepada para
                pembaca untuk mengkritik dan meneliti sanadsanad dan matannya,
                serta untuk membedakan antara hadis sahih,hasan dan,da’if .
                tugas membedakan hadis ini bukanlah suatu perkerjaan yang
                sulit bagi para pelajar hadist pada waktu itu,terlebih bagi para ulama.
                contoh ulama bagi kitab hadis yang di susun menurut sistematika fikih
                Ini ialah kitab kitab yang disusun menurut penghimpun sunan (hadis)
                yang empat.,yaitu imam abu dawud, tirmizi,Nasa’I dan ibnu majah.
                menyerahkan sepenuhnya kepada para pembaca untuk mengkritik
                dan meneliti sanad sanad sahih, Hasan dan do’if.Tugas membedakan hadist
                ini bukanlah suatu pekerjaan yang sulit bagi para pelajar hadis pada waktu
                itu,terlebih lagi bagi para ulama. Contoh utama bagi kitab hadis yang disusun
                menurut sistematika fikih ini ialah kitabkitab yang disusun oleh para penghimpun
                sunan(hadis) yang empat,yaitu imam Abu Dawud ,tirmizi nasa’I dan ibn majah.
                Abad ketiga hijriyah ini merupakan zaman keemasan dalam bidang sejarah
                (tarikh)hadis dan pengumpulannya.pada abad ini muncul sejumlah besar ulama
                Kenamaan bidang hadis dan kritikus hadis .dan pada masa ini pulalah terbitnya
                Sinar terang “kutubu sittah dan kitab semisal yang memuat hampir semua kecuali
                Sebagian kecil hadis Nabi dan yang menjadi pegangan utama bagi para ahli fikih,
                Mujtahid, ulama dan pengarang .dalam kitabkitab tersebut para pemimpin
                Rohani ,pembaharu,ahli pendidikan ,ahli moral,ahli jiwa dan sosial men-
                dapatkan apa yang mereka perlukan.

    Sabtu, 22 Januari 2011

    HAKIKAT

            hakikat orang miskin ialah, bukanlah tidak mempunyai  harta dan kekayaan tetapi tidak mempunyayi ilmu yang berguna untuknya dan orang lain yang dia akan menyesal tidak dipergunakan waktu semasa dia bersekolah                                                                                                     by:farhan

    Senin, 17 Januari 2011

    Cerita sahabat Nabi Muhammad S.A.W


    Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.

    Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun."Fatimah menyahut dengan senyum manisnya, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala." "Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Tapi Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.

    Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama'ah. Sepulang dari sholat, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?"
    Áli menjawab heran. "Ya betul. Ada apa, Tuan?''
    Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya."
    Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.
    Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.

    Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan." Tanpa pikir panjang lebar, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu.

    Ketika Ali pulang, Fatimahpun keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, dan berkata, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita."
    Subhaanallah !

    Pembaca, kapasitas kita mungkin belum mampu seperti Sahabat Ali bin Abi Thalib atau Sahabat Rosulullah lainnya yang memandang harta dan kekayaan hanya sebagai sarana investasi untuk mendapatkan Kunci Surga . Sedangkan kita masih selalu berfikir dan mungkin terus berusaha bagaimana memiliki investasi untuk mendapatkan Kunci rumah ,kunci mobil atau Kunci-Kunci yang lain.

    Namun betapa pentingnya Kunci Rumah atau Kunci Mobil dalam kehidupan kita saat ini, janganlah kita lupa untuk berusaha mendapatkan kunci surga dengan selalu menyishkan Investasi dari yang tersisa yang ada ditangan kita, karena Allah Yang Maha Penyayang tidak pernah memandang sebelah mata atas kecilnya investasi kita jika kita dasari dengan totalitas keikhlasan