Senin, 14 Maret 2011

Dasar Islam


Kedudukan sunah dalam sistem hukum islam

            Hukum islam bertumpu dan bersumber pada dua macam sumber  hukum yang utama,yaitu Al-quran dan sunnah(hadist).Al-quran adalah kalamulloh yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW,Lafadz-lafadznya sebagai mukjizat dan membacanya merupakan suatu amal ibadah,Allah menurunkan AL-quran kepada Muhammad dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun.Diturunkan melalui pengemban amanat wahyu (jibril) dengan lafadz-lafadz yang asli dan diwahyukan kepada nabi secara jelas ketika beliau terjaga bukan padaWaktu tidur,bukan ilham(bisikan pada jiwa) kemudain Al-quran disampaikan kepadaUmatnya persis seperti apa yang diturunkan kepadanya.
            Sedangkan dalam istilah  semua perkataan,perbuatan,persetujuan,cita-cita,sifat-sifat atau keadaan akhlak dan bentuk fisiknya ,yang dimaksud persetujuan (takrir) ialah seoarang mengatakan suatu ucapan atau melakukan suatu perbuatan dihadapan nabi dan beliau tidak mengingkarinya,atau perkataan dan perbuatan itu tidak dikerjakan dihadapan beliau namun beritanya Sampai kepada beliau dan beliau tidak memberikan komentar dan ketidak ingkarannya Itu merupakan persetujuan(takrir).
            Fungsi hadist terhadap Al-qurani itu sendiri sebagai pensyah;Memerinci hal-hal yang disebutkan secara garis besar dalam al-quran memberikan  pembatas ayat-ayat yang masih mutlak ,menentukan arti khusus ayat-ayat yang masih umum ,menjelaskan ayat-ayat yang pelik dan menguraikan ayat-ayat  atau hal-hal yang dikemukakan secara ringkas.nabi dalam memberikan penjelasan mengenai al-quran terkadang dengan ucapan,perbuatan,terkadang dengan kedua-duanya,salah satu contoh:
•  Di dalam al-quran tidak ada penjelaasan tentang jumlah,
    bilangan,bacaan,cara sholat,kemudian sunahlah
    yang mejelaskannya.        
•  Juga didalam al-quran tidak dijelaskan tentang zakat itu
    harus diwajibkan ,berapa nihsobnya,berapa banyak yang
    harus dikeluarkan ,dan harta benda apa yang harus dikeluarkan
    Zakatnya,maka sunnahlah yang menerangkan secara terperinci
tentang hal itu.Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang kita temui.
mengingat pentingnya hadist(sunnah)dalam syariat islam dan
fungsinya terhadap al-quran para sahabat sangat memberikan
merhatian terhadap hadist-hadist Nabi dan berusaha keras untuk
memperolehnaya sebagai mana sikap mereka tehadap al-quran.
mereka menghafalkan lafadz-lafadz hadist dan maknanya,mema-
hami dan mengetahui maksud dan tujuannya,juga mengamalkan
isi dari sunah tersebut ,termasuk mereka tahu berapa besarnya
pahala dari menyampaikan sunah dari Rosululloh. Oleh karena itu
tidaklah heran mereka bersungguh-sungguh menyampaikan hadist
/sunah yang mereka terima ,karena mereka yakin bahwa hadist/
sunah itu merupakan (ajaran) agama yang wajib disampaikan kepada
segenap manusia dan syariat universal yang abadi.











Penulisan hadist zaman Rosululloh dan sesudahnya.

                   Dimasa rosululloh masih hidup,hadist belum dibukukan,dalam arti umum seperti al- quran .hal ini  
                   disebabkan dua faktor,pertama
              para sahabat berpegang pada kekuatan hafalan dan kecerdasan akal mereka,disamping tidak     
                 Adanya larangan menulist hadist ,Rosululloh bersabda:“janganlah kamu menulis sesuatu   ,barang       s iapa yang telah menulis sesuatu selain al-quran
                   Hendaklah dihapus“(HR.Muslim) (yang kamu terima) dariku,selain al-quran ,barang
                   Siapa yang telah menulis sesuatu selain al-quran  hendaklah dihapus(HR.Muslim)
                   Boleh jadi larangan menulist hadist itu karena dikhawatirkan akan tercampurnya  hadist                           al-quran atau penulisan hadist itu akan melalaikan
                   mereka dari al-quran,atau larangan itu ditujukan kepada orang-orang yang diper-
                   Caya kekuatan hafalannya.Tetapi bagi mereka yang tidak lagi dikhawatirkan bahwa
                   sunnah/ hadist dengan al-quran akan tercampur aduk,seperti mereka yang pandai
                   baca tulis atau karena mereka khawatir lupa akan penulisan hadist itu  diperbolehkan,
                   dan dalam pengertian inilah menurut beberapa riwayat penulisan hadist bagi  sebagian sahabat itu diizinkan.    Tidak berselang lama setelah rasululloh berpulang kehadirat allah,Para penulis hadist dari kalangan sahabat maupun tabiin bermunculan,khlifah Umar bin khattab r.a. pernah bermaksud membukukan hadist         ,beliau mengumpulkan sahabat lainnya dan mereka sepakat untuk membukukan  tapi nampaknya Allah belum menghendaki ide Umar terlaksana.baru setelah kekhalifahan umar Bin abdul azis (tahun 99 H.) Beliau menginstruksikan pada abu    bakar bin Muhammad Bin amr hazm(dia adalah ahli fiqih dari kalangan tabi’I yang  diangkat oleh umar bin Abdul azis sebagai gubernur dan qodi(juru hukum)di madinah wafat pada 120 H.)

                   Selain ibnu hazm adalah imam Muhammad bin muslim bin shihab Az-
                   zuhri(ulama terkemuka di hijaz dan syam,wafat pada124 H.)khlifah umar bin abbdul
                   azis menginstruksikan pembukaan karena mersa khawatir hilang dan lenyapnya hadist
                   / sunnah karena banyak sahabat yang meninggal atau karena khawatir tercampur
                   baurnya antara hadist asli dan hadist batil. Karena pada masa itu telah meluas dan
                   dianut berbagai ras suku bangsa dan berbagai kepetingan dalam memeluk agama
                   islam, disamping itu bermunculan kelompok atheis yang ingin menghancurkan
                   agama islam dengan cara membuat hadist palsu yang menyesatkan demi
                   mendukung kepentingan mereka .Setelah generasi(tabaqah)AzZuhri dan abu bakar
                   bin hazm berlalu,Munculah generasi berikutnya yang berlomba-lomba          
                   membukukan hadist,Tercatat sebagai ulama yangmenulis hadist,antara lain ialah:
                        •Abu Muhammad abdul malikbin abdul azis bin juraij,wafat tahun 150 H
                        dimekah
                        •Ma’mar bin rasyid,wafat tahun 153 H.di yaman
                        •Abu amr Abdurrahman alAzwa’I wafat tahun 156 H.di syam
                        •Sa’id bin abi’Arubah,wafat tahun 160 H.
                        •Hammad bin abi salamah ,wafat pada 176 H.di basrah.
                        •Muhamrnad bin ishaq ,wafat pada 151 H.
                        •Malik bin anas ,wafat pada 179 H.di medinah
                        •Abu Abdullah sufyan ASauri,wafat pada 161 H.
                        •Abdullah bin Mubarak ,wafat pada 181 H.di khurasan
                        •Hasyim bin basyir,wafat pada188 H.di wasit.
                        •Jarir bin abdul hamid ,wafat tahun 188 H.
                        •Al Lais bin sa’d,wafat pada 175 H.di mesir.

            Pada masa ini pembukuan hadist masih campur aduk antara hadist dengan
            Pendapat sahabat  dan fatwa tabi’in tapi saying karya-karya zaman itu hanya karya
            Imam malik “muwattho“ yang kita jumpai ,yang lain masih berupa manuskrip
            Yang bertebaran diberbagai perpustakaan ,itupun di perpustakaan barat.
            Tragedi dan serangan keji yang menimpa negri islam seperti penyerbuan dan
            Perampasan pasukan tartar dan tentara salib merupakan penyebab hilangnya
            Hadist yang telah dibukukan itu.
            Zaman keemasan pemukuan hadist yaitu pada tahun 200-300 hijriyah,
            Pada abad ini hanya pembukuan hadist rosululloh saja bahkan ada yang meng-
            Himpun kitab musnad dan sebagian penyusun hadist yang dalam susunannya
            Mengklasifikasikan sahabat menurut kronologi keislammannya(masuk islamnya)
            Ulama terbaik yang menyusun kitab ini adalah  Ahmad bin hanbal.
            Pengarang lainnya,yang mengikuti system musnad ini mengklasifikasikan
            Sahabat berdasarkan abjad nama.mereka mulai dengan sahabat yang huruf
            Pertama namanya “alif“,huruf “ba“ dan seterusnya.
            Pada masa itu ulama terbaik yang menyusun berdasarkan cara tersebut
            Ialah imam abdul qasim atTabrani (wafat 138 H.),Utsman bin abi syaibah (wafat
            239 H.),ya’qub bin abi syaibah (wafat 263 H.).dan lainlain.
            Disamping itu,pada masa ini ada juga ulama yang menyusun kitabnya
            Dengan kitab salat,zakat,puasa,haji, lalu bab gadaian dan seterusnya.
            Para penulis dengan system ini pun,diantaranya ada yang :
            A  Membatasi kitabkitabnya dengan hanya membuat hadis sahih
            Semata,seperti imam bukhori dan muslim.
            B  tidak membatasi kitabnya dengan hanya membuat hadis sahih
            Semata,tetapi ia mamasukan pula hadishadis sahih dan Hasan ,
            Bahkan hadis da’if sekalipun .sewaktu-waktu terkadang mereka
            Menerangkan pula nilai-nilai hadis yang dimuatnya itu .namun
            Pada saat yang lain ,mereka tidak menjelaskannya. Hal ini karena
            Mereka telah merasa cukup dengan hanya menyebutkan sanad
            hadis secara lengkap dan menyerahkan sepenuhnya kepada para
            pembaca untuk mengkritik dan meneliti sanadsanad dan matannya,
            serta untuk membedakan antara hadis sahih,hasan dan,da’if .
            tugas membedakan hadis ini bukanlah suatu perkerjaan yang
            sulit bagi para pelajar hadist pada waktu itu,terlebih bagi para ulama.
            contoh ulama bagi kitab hadis yang di susun menurut sistematika fikih
            Ini ialah kitab kitab yang disusun menurut penghimpun sunan (hadis)
            yang empat.,yaitu imam abu dawud, tirmizi,Nasa’I dan ibnu majah.
            menyerahkan sepenuhnya kepada para pembaca untuk mengkritik
            dan meneliti sanad sanad sahih, Hasan dan do’if.Tugas membedakan hadist
            ini bukanlah suatu pekerjaan yang sulit bagi para pelajar hadis pada waktu
            itu,terlebih lagi bagi para ulama. Contoh utama bagi kitab hadis yang disusun
            menurut sistematika fikih ini ialah kitabkitab yang disusun oleh para penghimpun
            sunan(hadis) yang empat,yaitu imam Abu Dawud ,tirmizi nasa’I dan ibn majah.
            Abad ketiga hijriyah ini merupakan zaman keemasan dalam bidang sejarah
            (tarikh)hadis dan pengumpulannya.pada abad ini muncul sejumlah besar ulama
            Kenamaan bidang hadis dan kritikus hadis .dan pada masa ini pulalah terbitnya
            Sinar terang “kutubu sittah dan kitab semisal yang memuat hampir semua kecuali
            Sebagian kecil hadis Nabi dan yang menjadi pegangan utama bagi para ahli fikih,
            Mujtahid, ulama dan pengarang .dalam kitabkitab tersebut para pemimpin
            Rohani ,pembaharu,ahli pendidikan ,ahli moral,ahli jiwa dan sosial men-
            dapatkan apa yang mereka perlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar